Senin, 03 Desember 2018

jiwa nasionalisme pada generasi muda


JIWA NASIONALISME DALAM GENERASI MUDA



Untuk memenuhi salah satu tugas pada
 mata kuliah Pengantar Teknologi Informasi


Oleh :
Yusi Kusnandasari
180110301020

Jurusan Ilmu Sejarah
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Jember






Generasi muda merupakan generasi penerus bangsa, ialah orang-orang yang akan menjadi penentu cita-cita dan nasib bangsa. Sebagaimana pepatah Bung Karno : “ Berikan aku  seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kugoncangkan dunia “. Ini menunjukkan bahwa pemuda memiliki peran dan pengaruh  besar diantara kalangan masyarakat. Mereka lah generasi yang kerap dikenal berjiwa pemberani, kritis, juga aktif. Suaranya kerap didengar dan dipercaya mampu memperbaiki suatu peradaban. Geraknya memiliki nilai positif untuk keutuhan Negara. Untuk mencapai hal tersebut, generasi muda harus memiliki sikap nasionalisme dan patriotisme yang tinggi. Nasionalisme sangat penting terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara karena sebagai pengabdian dan kecintaan terhadap bangsa. Dengan demikian, generasi muda dapat menjaga keutuhan bangsa, persatuan bangsa, dan dapat meningkatkan martabat serta citra positif bangsa dihadapan negara-negara di dunia.

Namun, saat ini ada kecenderungan berkurangnya jiwa nasionalisme dikalangan generasi muda. Hal ini dapat di lihat dari beberapa tolak ukur yaitu kurangnya apresiasi generasi muda terhadap kebudayaan asli Indonesia, pola dan gaya hidup remaja yang kebarat -baratan, dan sebagainya. Lunturnya semangat nasionalisme dan kepedulian generasi muda terhadap visi negara di masa yang akan datang menjadi tantangan di era globalisasi pada jaman yang semakin maju ini. Tantangan berikutnya adalah paham liberalis yang dianut oleh negara-negara barat yang memberikan dampak terhadap kehidupan bangsa. Generasi muda meniru paham liberalis yang cenderung menimbulkan sifat individualis yang hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa memerhatikan keadaan di sekitarnya.         Mereka pun juga hanya berorientasi pada keuntungan diri sendiri dengan sikap acuh tak acuh mau itu dengan cara yang baik atau buruk. Tantangan itu sendiri tentu tidak menjadi hambatan dalam membangun kembali semangat generasi muda.

Untuk mencapai hal tersebut memang tidak mudah. Namun dengan keoptimisan dan kesadaran akan semangat nasionalisme dan bertekad membangun bangsa, harapan akan perubahan generasi muda masih ada. Dengan keyakinan dan tekad yang kuat sebagai modal dasar dan berilmu sebagai pilar utama, maka tidak diragukan bahwa generasi muda masih diunggulkan sebagai agen pengubah Indonesia ke arah yang lebih baik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar